Sosial Media dan Promosi Open Trip Bromo Batu

Sosial Media dan Promosi Open Trip Bromo Batu

Bagi sebagian orang maupun golongan, Internet merupakan wadah tepat untuk berekspresi, eksistensi maupun promosi. Seperti kali ini, saya sedang mempromosikan sebuah penyedia jasa open trip bromo dan batu  indolora.co.id.

Sosial media atau media sharing saat ini sudah seperti menjadi kebutuhan primer bagi kebanyakan orang, terutama masyarakat Indonesia.

Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Whatsapp dll. Seperti tiada hari tanpa aplikasi tersebut di era modern ini.

Mulai dari hanya sekedar scroll beranda, spam like, stalking mantan, minta follow back artis sosial media, sampai spam komen pembesar alat vitalpun, banyak.

Apapun itu, saat ini orang serasa tidak bisa lepas dari gadget mereka.

Dan dari situ, munculah berbagai dampak di masyarakat umum yang ditimbulkan sebab dari candu mengakses sosial media. Dampak negatif maupun positif.

Salah satu dampak negatif yang membuat saya resah adalah, bahwasanya terkadang konten para “artis” sosial media berpengaruh banyak pada mental serta pertumbuhan pola pikir anak yang masih di bawah umur.

Ambil contoh postingan sexy pada akun instagram para wanita yang memiliki wajah terawat, tubuh sintal, dan foto dengan pose “menggairahkan”.

Secara tidak langsung, postingan tersebut dapat membuat anak kecil, remaja maupun ABG menjadi dewasa lebih awal. Dewasa dalam arti negatif. Memancing keingin tahuan anatomi tubuh pada lawan jenis.

Bagi remaja pria, postingan demikian dapat menimbulkan rasa penasaran seperti “rasanya pegang itu gimana ya?” dst. Kemudian dari situ menuntun pola pikir berkelanjutan. Pada kejadian terburuk, hal tersebut dapat menuntun mereka pada perbuatan yang terlarang.

Memang masih banyak yang baik-baik saja, tapi tidak sedikit kasus hamil di luar nikah, pemerkosaan, remaja jajan PSK dll disebabkan dari sana.

Itu bagi remaja pria, untuk wanita?

Scara umum, dampak negatif pada remaja wanita adalah mereka yang mencontoh gaya berpakaian terbuka. Yang notabenya, sama sekali bukan budaya kita. Gaya berpakaian yang dapat memancing tindakan kriminal, pelecehan seksual.

Kurang lebih salah satu contoh negatif adalah demikian.

Belum lagi di era ini, sex di luar nikah seperti sudah wajar. Seperti hal biasa yang dilakukan oleh sepasang orang pacaran. Meskipun masih ada paradigma tabu di mata masyarakat, namun hal itu juga tak terbantahkan.

Yah, apapun itu kembali pada manusianya. Pandai-pandai saja kita membimbing adik-adik kita, anak-anak kita.

Saya, memanfaatkan sosial media sebagai media promosi, promosi open trip bromo dan batu.
Sekian, semoga sedikit banyak ada manfaatnya.