Samsung Serius Menggarap Ponsel Murah di Kelasnya

Samsung Serius Menggarap Ponsel Murah di Kelasnya

           Jakarta – Smartphone menengah ke atas, apalagi seri flagship, memang sangat menarik untuk dibicarakan fiturnya mumpuni, harganya pun selangit. Tapi banyak sekali minat di segmen ponsel murah. Terutama untuk kalangan yang berbudget tipis, Samsung mengerti akan hal itu.

Teruntuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India, pasar ponsel kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta terlebih banyak peminat. Samsung pun menegaskan mereka menggarap segmen itu dengan serius.

Untuk masalah performa Samsung di kelas bawah tidaklah buruk. Misal di Indonesia, jutaan orang masih memakai feature phone. Di India, setiap bulan, 7 juta pengguna feature phone pindah ke smartphone berharga murah,” kata CEO Samsung DJ Koh dalam wawancara khusus dengan media Indonesia termasuk detikINET.

Ya, pengguna feature phone di negara berkembang memang masih melimpah. Dan mereka ini adalah sasaran potensial smartphone berharga murah saat ingin naik kelas.

Segmen itu cukup penting bagi kami karena lumayan banyak peminatnya katimbang ponsel kelas atas.

Meskipun banderolnya murah, Samsung mengklaim tidak asal-asalan dalam menggarap ponsel menengah ke bawah. Kualitas dan user experience selalu jadi perhatian.
Meskipun gadgettersebut harganya di bawah USD 200, kami tetap menggarapnya dengan sangat serius,

Dengan harga murah, mungkin fiturnya banyak dipangkas. Akan tetapi user experience tidak dikorbankan. Itulah salah satu strategi Samsung Galaxy menguasai pasar smartphone low end.

Jadi ketika mereka membelinya, kami mungkin tidak bisa memasukkan semua fitur dan semua hal, tapi user experiencenya tetap baik saat mereka memilikinya. Jauh lebih baik dari feaure phone.
Jadi pihak samsung tidak memungkiri bahwa ponsel kelas bawah pun sangat ramai peminatnya, malah kadang melebihi target yang di terapkan.