Cara Menghitung Siklus Menstruasi Lebih Mudah Dipahami

Cara Menghitung Siklus Menstruasi Lebih Mudah Dipahami

Masa-masa subur dari seorang wanita biasanya ditandai dengan proses haid atau menstruasi yang normal. Sekarang ini banyak wanita masih belum mengerti tentang bagaimana cara menghitung siklus menstruasi yang mana bisa berguna untuk mengetahui seperti apa masa subur seorang wanita hingga akhirnya mendapat momongan lebih cepat. Dari berbagai macam siklus menstruasi sudah jelas memberi bukti bahwa peluang mendapatkan momongan bisa didapatkan dari berbagai aspek penting.

Oleh sebab itu kenapa banyak kalangan terus medapatkan dan mencari tahu mengenai proses menghitung siklus menstruasi. Ketika seorang wanita mengalami pola menstruasi tidak teratur maka perlu adanya konsultasi hingga akhirnya mendapat informasi terbaik mengenai kualitas hingga seperti apa proses mendapatkan momongan lebih cepat. Maka dari itu bila sampai detik ini Anda belum mengetahui cara-cara menghitung siklus menstruasi cobalah lihat dari ulasan berikut ini.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Tandai Periode Awal dan Terakhir

Cara sederhana dan masih banyak digunakan para wanita untuk mengenali siklus menstruasi adalah membuat tanda di hari pertama mulainya pola menstruasi Anda. Tidak hanya itu dalam pola menstruasi sebenarnya bisa diperlihatkan hal paling utama yakni keluarnya darah merah segar bukan dari tanda-tanda keputihan seperti bercak coklat hingga munculnya PMS. Setelah menandai awal periode menstruasi maka langkah berikutnya juga memberi tanda pada akhir periode menstruasi sehingga lebih mudah dalam menandai apakah normal atau tidak.

Menghitung Mundur Sampai 28 Hari

Cara menghitung siklus menstruasi selanjutnya adalah menggunakan hitungan mundur sampai 28 hari bahkan dari siklus menstruasi normal biasanya memiliki jarak sampai 21 hingga 35 hari. Hal tersebut memberi tanda bahwa pola menstruasi Anda terbilang sehat ataupun mengalami masalah pada sistem reproduksi.

Biasanya hal pertama yang dilakukan adalah menghitung sampai hitungan 28 hari kemudian perhatikan setelahnya apakah sama mencapai 28 hari ataupun sebaliknya. Bila dalam bulan berikutnya masih mencapai 28 hari maka proses menstruasi Anda terbilang normal, kemudian saat kurang dari 28 hari perlu adanya konsultasi ke pihak dokter.

Terus Memantau di Bulan Berikutnya

Mengamati pola menstruasi tidak cukup dalam waktu satu bulan saja, akan tetapi harus dilalui dalam beberapa bulan sehingga dapat memperlihatkan pola menstruasi apakah normal ataupun sebaliknya. Jika dalam bulan awal sudah menjalani proses menstruasi lebih normal, dan pada bulan berikutnya mengalami masa-masa yang sama ternyata proses menstruasi mengalami perbedaan seperti penurunan masa harinya, maka dari kesimpulan yang bisa didapat adalah ada perubahan pola menstruasi yang sekarang ini memberi dampak seperti sulitnya mendapat keturunan.

Pada umumnya menstruasi bisa saja mengalami kemunduran ataupun kemajuan terutama dari hari perkiraan, dan ada faktor yang membuatnya terjadi salah satunya pola hidup, nutrisi, hingga penggunaan peralatan KB.

Maka dari itu perlu ditekankan bahwa dalam cara menghitung siklus menstruasi dibutuhkan pemahanan lebih mendalam seputar pola-pola atau siklus haid normal atuapun sebaliknya. Menghitung siklus haid menggunakan kalender masih belum bisa diaplikasikan kepada seorang wanita dengan kriteria proses haid tidak teratur.

Bila perlu Anda melakukan konsultasi dengan pihak atau pakarnya seperti dokter yang memiliki saran terbaik untuk mendapatkan momongan hingga hal apa yang harus dilakukan dalam mengetahui proses atau siklus menstruasi. Metode hingga cara-cara menghitung siklus menstruasi sendiri bisa didapatkan dengan mudah hingga nantinya berujung dengan berbagai macam solusi penting agar seorang wanita bisa mengetahui masa-masa suburnya.