Cara-Cara Berpakaian Syar’i

http://www.shiraaz.co/wp-content/uploads/2017/10/Ketahuilah-Inilah-Cara-Berpakaian-yang-Syar%E2%80%99i-Bagi-Muslimah.jpg

Meskipun udah banyak yang menggunakan aneka type hijab, bukan bearti seorang Muslimah mengenakan Hijab, karena ikuti tren era kini. Maka, ada lebih dari satu kriteria yang mesti diperhatikan saat berhijab:

1. Menutupi Seluruh Badan Kecuali yang Dikecualikan
Pakaian wanita mesti menutupi seluruh tubuh terkecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain ke-2 bagian tubuh ini mesti ditutupi termasuk termasuk telapak kaki.

Dari syarat pertama tersebut, maka jelaslah bagi seorang Muslimah untuk menutupi seluruh badan terkecuali yang dikecualikan oleh syari’at. Maka, sangat menyedihkan saat seseorang memaksudkan dirinya memakai hijab, tapi sanggup kita melihat rambut yang keluar baik berasal dari bagian depan ataupun belakang, lengan tangan yang keluar hingga sehasta, atau leher dan telinganya keluar mengerti agar menampakkan perhiasan yang seharusnya ditutupi.

2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan
Ketika jilbab dan baju wanita dikenakan agar aurat dan perhiasan mereka tidak nampak, maka tidak tepat saat menjadikan baju atau jilbab itu sebagai perhiasan. Karena target awal untuk menutupi perhiasan jadi hilang.

Banyak kekeliruan yang timbul karena poin mutlak itu terlewatkan. Sehingga seseorang menjadi sah-sah saja menggunakan hijab dan baju indah bersama warna-warni yang lembut bersama motif bunga yang cantik, dihiasi bersama benang-benang emas dan perak atau menempatkan berbagai pernak-pernik perhiasan pada jilbab mereka.

Namun demikian, terkandung kesalahpahaman termasuk bahwa terkecuali seseorang tidak mengenakan jilbab berwarna hitam maka bermakna jilbabnya berfungsi sebagai perhiasan. Hal ini berdasarkan lebih dari satu atsar berkenaan perbuatan para kawan akrab wanita di zaman Rasulullah SAW yang mengenakan baju yang berwarna selain hitam.

3. Kainnya Harus Tebal dan Tidak Tipis
Rasulullah SAW bersabda berkenaan dua grup yang termasuk pakar Neraka dan beliau belum pernah melihatnya,

“Dua grup termasuk pakar Neraka, aku belum pernah melihatnya, suatu kaum yang punya cambuk layaknya ekor sapi, mereka memukul manusia bersama cambuknya dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang, baik karena tipis atau pendek yang tidak menutup auratnya), mailat mumilat (bergaya saat berjalan, dambakan diperhatikan orang), kepala mereka layaknya punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak memperoleh baunya, padahal baunya didapati bersama perjalanan demikianlah dan demikian.” (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421 – melihat majalah Al Furqon Gresik)

4. Harus Longgar Serta Tidak Ketat
Selain kain yang tebal dan tidak tipis, maka baju selanjutnya haruslah longgar, tidak ketat, agar tidak menampakkan bentuk tubuh wanita muslimah. Hal ini sebagaimana terkandung dalam hadits berasal dari Usamah bin Zaid saat ia diberikan baju Qubthiyah yang tebal oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia beri tambahan baju selanjutnya kepada istrinya. Ketika Rasulullah SAW mengetahuinya, beliau bersabda,

“Perintahkanlah ia agar mengenakan baju dalam di balik Qubthiyah itu, karena aku khawatir baju itu masih sanggup menggambarkan bentuk tubuh.” (HR. Ad Dhiya’ Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi bersama sanad hasan)

5. Tidak Diberi Wewangian atau Parfum
Perhatikanlah tidak benar satu sabda Nabi Muhammad SAW terkait berkenaan wanita-wanita yang memakai wewangian saat keluar rumah,

“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, selanjutnya ia lewat kaum laki-laki agar mereka memperoleh baunya, maka ia adalah pezina.” (HR. Tirmidzi)
“Siapapun perempuan yang memakai bakhur, maka janganlah ia menyertai kita dalam menunaikan shalat isya’.” (HR. Muslim)

6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-laki
Terdapat hadits-hadits yang tunjukkan larangan seorang wanita menyerupai laki-laki atau sebaliknya (tidak terbatas pada baju saja). Salah satu hadits yang melarang penyerupaan dalam kasus baju adalah hadits berasal dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata

“Rasulullah SAW melaknat pria yang memakai baju wanita dan wanita yang memakai baju pria.” (HR. Abu Dawud)

7. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-wanita Kafir
Banyak berasal dari poin-poin yang udah disebutkan sebelumnya jadi menjadi berat untuk dilakukan oleh seorang wanita karena udah dipengaruhi bersama baju wanita-wanita kafir.

Betapa kita ketahui, mereka (orang kafir) bahagia menampakkan bentuk dan lekuk tubuh, memakai baju yang transparan, tidak hiraukan bersama penyerupaan baju wanita bersama pria. Bahkan sering kadang mereka mendesain baju untuk wanita maskulin! Hanya kepada Allah SWT kita memohon bantuan dan menghendaki bantuan untuk dijauhkan berasal dari kecintaan kepada orang-orang kafir.

8. Bukan Pakaian dalam Mencari Popularitas
“Barangsiapa mengenakan baju syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan baju kehinaan pada hari kiamat, sesudah itu membakarnya bersama api naar.”