Surplus Tiongkok Capai Rekor

Surplus Tiongkok Capai Rekor

hargajualgenset.club – Surplus perdagangan Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS) mencapai rekor US$ 34,1 miliar sepanjang September 2018. Data yang dirilis Jumat (12/10) ini dikhawatirkan menambah bahan bakar ke dalam api perang dagang yang dinilai memburuk. Tiongkok tetap mencatatkan rekor surplus perdagangan tersebut kendati pun hampir separuh ekspornya ke AS dikenai tarif tinggi. Hubungan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut telah merosot tajam tahun ini. Presiden AS Donald Trump bersumpah pada Kamis (11/10) akan menyakiti ekonomi Tiongkok jika kembali membalas serangan tarif.

Kedua negara memberlakukan tarif atas sejumlah besar produk impor satu sama lain pada pertengahan September. AS menargetkan US$ 200 miliar atas impor Tiongkok. Sedangkan Tiongkok mengenakan tarif atas barang impor AS senilai US$ 60 miliar. “Pergesekan perdagangan Tiongkok-AS telah menyebabkan masalah dan memukul perkembangan perdagangan luar negeri kami,” kata juru bicara Bea Cukai Tiongkok Li Kuiwen, kepada para wartawan, Jumat (12/10).

surplus

Namun surplus perdagangan Tiongkok dengan AS tumbuh 10% pada September 2018 dibandingkan rekor sebesar US$ 31 miliar pada Agustus. Menurut Li, terjadi lompatan hingga 22% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Ekspor Tiongkok ke AS naik menjadi US$ 46,7 miliar, sementara impor merosot menjadi US$ 12,6 miliar. Keseluruhan perdagangan Tiongkok, antara lain impor dan ekspor dari dan ke negara-negara termasuk AS, mencatat surplus US$ 31,7 miliar karena ekspor naik lebih cepat daripada impor.

Ekspor melonjak 14,5% pada September tahun ini, hingga melampaui perkiraan para analis yang disurvei oleh Bloomberg News. Sedangkan impor naik 14,3% tahun ini. Sementara data menunjukkan perdagangan Tiongkok tetap kuat bulan ini, namun kalangan analis memperkirakan perang perdagangan akan mulai menurun dalam beberapa bulan mendatang. Lompatan ekspor Tiongkok untuk bulan ini menunjukkan para eksportir memacu pengiriman barang lebih awal untuk menghindari tarif terbaru dari AS.

Hal ini dikatakan ekonom ANZ Betty Wang, mengutip kenaikan dalam ekspor mesin listrik, yang sebagian besar menghadapi tugas menjulang. “Kami akan memperhatikan risiko penurunan ekspor RRT pada kuartal IV-2018,” kata Wang. Pengaruh Yuan Analis menilai, depresiasi tajam yuan juga telah membantu Tiongkok mengatasi tarif dengan membuat ekspornya lebih murah. Julian EvansPritchard, ekonom di Capital Economics China menjelaskan, gambaran besar ekspor Tiongkok sejauh ini bertahan dengan baik menghadapi peningkatan ketegangan perdagangan dan pertumbuhan global, kemungkinan besar berkat dorongan daya saing yang disediakan oleh renminbi (yuan) yang melemah.

“Ketahanan ekspor baru-baru ini tidak mungkin dipertahankan, dengan pertumbuhan global yang kemungkinan akan terus mendingin di kuartalkuartal mendatang dan tarif AS yang terus mengetat,” lanjutnya. Sebelumnya Tr ump menuduh pemerintah Tiongkok berpikir orang Amerika bodoh. Ia menyombongkan tarifnya sudah berdampak besar pada ekonomi Tiongkok yang terseok-seok. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara di Fox News, Kamis. “Banyak yang akan saya lakukan, jika saya ingin melakukannya. Saya tidak ingin melakukannya tetapi mereka harus datang ke meja (perundingan),” kata Trump.

Sementara itu, yuan telah jatuh selama berminggu-minggu terhadap dolar AS, turun 19% dalam enam bulan terakhir sehingga meredam kenaikan harga barang-barang Tiongkok yang disebabkan oleh tarif AS. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam komentar yang dipublikasikan di Financial Times pekan ini mengingatkan Tiongkok agar tidak terlibat dalam devaluasi kompetitif mata uang. Pemerintah Tiongkok dengan tegas membantah telah memanipulasi yuan untuk mengatasi dampak tarif. Penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang tahun ini, kata Tiongkok, karena suku bunga AS telah meningkat.